Pengalaman pertama Uji KIR
Diupload tanggal March 27 2020 15:02:28. GT+0

Kemarin, ada orderan uji kir buat pikap box punya kantor. Sebenarnya, dah 2 bulanan nih pikap wira-wiri tanpa ada peneng-stiker kir dari Dishub Meluncur ke UPT Pelaksana Teknis LLAJ Malang, di jalan raya Karanglo-Malang. Eh, ternyata dan ternyata, di tempat uji kir ini, merupakan kerja gabungan antara Dinas Perhubungan Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu. Nah, rame kan? Itu aja, untuk Kabupaten Malang, khusus wilayah utara saja, kalo Kab Malang bagian selatan ada di Talangagung-Kepanjen.

Skip..skip..skip..langsung kontak rekan yang dinas disitu, tanya prosedur dan segala macemnya. Ternyata, berkas-dokumen dari dealer kendaraan tempat beli pikap sudah ada disitu. Jadi langsung ekspres, via rekan tadi, saia dibantu lebih cepat..apalagi kan pelat merah yang se-lokal, hehehehe Sambil nunggu proses (tetep antri lho bro ,  saia ngobrol sama sang penyelia, gimana sih uji kir itu, wong gak ngerti sama sekali saia. Akhirnya, dijelaskan secara singkat, kalo uji kir HARUS dilakukan pada kendaraan barang dan kendaraan penumpang yang lebih dari 9 orang. Kata ‘KIR’ berasal dari bahasa Belanda: KEUR, adalah adalah serangkaian kegiatan menguji dan/atau memeriksa bagian-bagian kendaraan bermotor, kereta gandengan, kereta tempelan dan kendaraan khusus dalam rangka pemenuhan terhadap persyaratan teknis dan laik jalan. Secara umum KIR/KEUR wajib pada kenderaan Plat Nomor Kuning seperti : taksi, rentcar, mobil penumpang umum, bus, truk. Tetapi tidak hanya plat kuning, kendaraan yg dipakai untuk keperluan niaga, pariwisata juga harus melakukan UJI KIR. Pada pengujian, objek yang diperiksa adalah: -Sistem pengereman dan daya pengereman -Lampu-lampu dan daya pancar lampu utama -Emisi gas buang -Dimensi dan bobot kendaraan -Sistem kemudi beserta kaki-kakinya -Speedometer Pas proses pengujian/tes ini, saia gak lihat, karena kebetulan ruangan uji tes-nya tertutup, jadi gak bisa deh foto-foto ambil gambar disitu. Dari hasil gugling, baru tahu, kalo ruangan uji itu mirip yang di tivi-tivi itu, ada tracknya, juga landasan semacam uji dyno gitu plus segala macam peralatannya. Menurut pak Hariyadi, rekan saia tadi, nih alatnya bernama CIS. Alatnya fleksibel, bisa untuk kendaraan dibawah 3500 kg dan diatas 3500 kg. Nih gambar gugling uji kendaraan di beberapa tempat

Untuk prosedurnya, yang jelas surat kendaraan harus lengkap, mulai STNK-BPKB-notice pajak plus identitas pemilik yang sesuai, bukti pembayaran biaya uji, dan sertifikat uji type/pengesahan rancangan bangun dan rekayasa kendaraan,. Silakan mendaftar dulu, untuk membuat janji kapan uji/tesnya, karena, maaf, luar biasa antrian kendaraan yang mau uji kir, sementara lokasinya cuma satu aja Lha dari Malang Raya je… Sambil daftar, isi formulir pendaftaran/permohonan. Nah pas hari H, kendaraan harus dibawa dong buat diuji.. Info aja, untuk kota Malang, biaya uji kendaraan untuk bobot lebih dari 3,5 ton IDR 59.000, sedangkan dibawah 3,5 ton IDR 39.000 (maaf kalo salah, lupa gak kefoto Usai menjalani uji dan dinyatakan lulus, pemilik kendaraan akan menerima buku kir dan plat logam/peneng yang harus dipasang di plat nomor kendaraan.

Sementara, untuk bodi kendaraan, akan dipasang stiker tanda lulus uji kir di bagian samping. Stiker ini, menggantikan tulisan cat semprot yang dulu dipakai untuk menuliskan keterangan hasil uji kir.

Masa berlaku uji kir ini adalah 6 bulan, jadi sebelum masa berlaku habis, silakan mengajukan perpanjangan, karena jika lewat masa berlaku, selain rawan tilang/razia, juga saat diperpanjang akan dikenakan uji baru, bukan uji perpanjang CMIIW Trus, apa coba fungsi uji kir ini? Yah, secara teknis sih, memastikan semua perangkat kendaraan berfungsi baik dan normal/laik jalan, juga menghitung beban maksimal yang mampu diangkut si kendaraan. Ujungnya, adalah keselamatan di jalan raya dan menjaga agar peruntukan kendaraan sesuai kapasitas dan peruntukan jalan sesuai jenis kendaraan yang akan melewatinya. Semoga berguna dan mohon koreksinya..

 


Sumber : Link

Telpon    |    Chat via WhatsApp